AKU CERITAKU IMPIANKU

Jumat, 16 Maret 2012

ini kenapa yaa??

Setelah status itu kelar , sekarang komunikasi juga kelar hingga ke akar. Kondisi yang sekarang ini sudahkah nyampe ending?? apa masih mungkin ada lanjutan cerita tuhan yang nanti bisa nempatin kondisi ini jauh lebih baik???

agak nggak indah buat ku kalo ini adalah endingnya, tapi mungkin jauh di sana kamu nyaman dengan seperti ini. tanpa komunikasi yang baik...jarang memberikan respon....

kadang aku berpikir...kenapa kita sekarang di kondisikan seperti ini oleh kenyataan. Jauh...jarang hanya sekedar saling sapa menyapa dan terlihat seperti tidak saling mengenal.
Kehendak Tuhan kah??
Keputusan kamu kah??
Atau memang kepasrahan ku ??
entah,,,,gak bisa terjawab!

Apa sebenarnya yaa alasan kamu seperti ini?? mungkin kalau sikap mu tidak terlalu kontras seperti sekarang aku tidak terlalu bertanya-tanya.
Menjauh begitu saja.....jarang merespon sapaan ku....dan tidak lagi bertukar kabar.
pasti ada alasan di balik sikap ini.

Kondisi ini seperti sengaja terkonsep dengan proses yang pelan-pelan hingga aku gak sadar bahwa kita memang jauh sekarang. Kini, Kamu menjauh dan Aku tertunduk menyesal.

Sering terputar ingatan di tengah senggang ku. Terakhir kita berkomunikasi aku merasa tidak ada hal yang salah. Atau memang kondisi seperti ini wajar. Berhentinya status pacaran menghentikan juga status berkomunikasi. Predikat Teman menghilang, yang ada hanya Orang Asing.
Kadang kalau aku keinget kamu....aku mikir! Kamu di sana sempet gak yaa kepikiran aku juga meskipun hanya sebagai teman biasa yang gak ada nilai pentingnya??
ternyata kayak gini rasanya galau yang di umbar-umbarin kaum 4L4Y.

Aku sadar kalau status itu tidak akan dan MAU lagi aku dapatkan. Status sudah tidak menjadi prioritas lagi. aku kangen berkomunikasi dengan kamu. KANGEN dengan figure mu yang menyenangkan , ramah , lucu , dll.

Singkat padahal dengan kamu, tapi kenapa susah aku ikhlas melihat mu menjauh seperti sekarang???
Ingat dengan kata terakhir yang kamu ucapkan , "MAAF"
Apa maknanya....kenapa sekarang aku benci lihat kata itu.


hanya bisa menunggu kehendak Tuhan atas baiknya komunikasi kita!